h1

Penyebab Bangsa Ini Ogah Maju (1)

Agustus 14, 2008

Kita sudah sering mendengar tentang kebesaran kerajaan-kerajaan di nusantara dahulu. Mungkin saat kuda masih menjadi binantang yang melambungkan prestise. Terutama sejak jaman kejayaan kerajaan Majapahit dengan Mahapatihnya yang bertangan besi yang akan kita kenang sampai ke anak-cucu-cicit kita, yaitu Maha Patih Gajah Mada.

Tapi kenyataannya, sampa saat ini bangsa kita belum pernah bisa mengulang kebesaran (jangan besar-besar, bisa kedodoran) Kerajaan Majapahit leluhur kita. Malah kalau saya perhatikan, makin kesini kondisi bangsa makin melorot, kaya pakaian dalem (soalnya yang make makin kurus). Dan ironisnya, “Pemimpin” bangsa kita malah bilang, kalau negara kita (kita?) sudah berada di jalur yang benar menuju kemajuan.

Oke, tulisan ini bukan untuk mendiskeditkan pendapat pemimpin kita (yah, walaupun akhir-akhir ini agak gerah juga mengakui dia “pemimpin”, tapi kenyataannya saya nyoblos dia di pemilu 2004 lalu. Nyesel sih kalo diingetin sekaran. Kaya kata iklan: “Salah pilih saya…”). Tapi saya coba melihat dari sudut pandang saya sendiri tentunya, kenapa bangsa ini tidak maju.

Ya, saya melihat dari pola makan rakyat kebanyakan (termasuk saya).

Pola makan saya adalah:

  1. Jarang sarapan.
  2. Makan siang banyak, kadang nambah.
  3. Makan malem lebih banyak.

Dari pola makan tersebut, menurut pendapat beberapa ahli (termasuk ahli gizi tercinta) membuat kondisi badan saya sebagai berikut.

  1. Setelah saya makan malam (yang kebanyakan), akibatnya tidak lama kemudian saya akan mengantuk. Kalau sudah malam dan mengantuk ya tidak ada pilihan selain tidur. Masalahnya adalah, saya tidur dalam kondisi perut kenyang yang mengakibatkan organ-organ pencernaan saya bekerja keras dan menghabiskan energi. Padahal niat saya tidur adalah untuk mengumpulkan energi supaya besok pagi bisa bangun dalam keadaan segar bugar. Tapi kenyataannya adalah, saat tidur tersebut jangankan mengumpulkan energi dan tenaga, malah organ pencernaan membutuhkan energi besar untuk mencerna makanan tersebut. Akibatnya gampang ditebak, Saya kehabisan energi sejak mulai bangun pagi.
  2. Nah karena saya sudah kehabisan energi sejak bangun tidur, maka saya berangkat dengan lemas. letih. lesu, lunglai. Akibatnya saya jadi malas bekerja dan tidak mampu melakukan hal-hal yang berat termasuk berfikir (karena menurut keterangan beberapa ahli, ternyata berfikir itu membutuhkan energi yang besar). Dan kelemasan tersebut harus saya tahan sampai jam 12 siang, untuk menunggu waktu istirahat. Sedangkan saat tiba jam 12 siang, maka saya dihadapkan pada pilihan yang sangat menentukan hidup saya, yaitu Makan atau Tidur. Karena pilihannya yang amat sulit, akhirnya saya putuskan untuk makan, dengan pertimbangan setelah makan akan mendapatkan energi (walaupun tidak seperti Asterix yang minum jamunya Panoramix). Dengan pertimbangan itu juga, saya putuskan untuk makan banyak (sekaligus balas dendam). Ternyata eh ternyata… Kondisi masih sama seperti diatas. Setelah kita makan, maka tubuh akan membutuhkan energi untuk mencernakan makanan yang saya makan dengan banyak tersebut. Akibatnya gampang ditebak juga, bukan makin segar malah makin kacau. Kesimpulannya saya EXHAUSTED di tengah hari, padahal jalan masih panjang.
  3. Akhirnya setelah dengan sabar menahan umpatan, celaan, sindiran saya dapat melewati hari yang melelahkan tersebut. Saya kembali kerumah dengan selamat di sore hari, istrirahat sebentar untuk menanti makan malam tiba. Saatnya makan malam, kembali saya dikalapkan oleh makanan -walaupun keseringan cuma nasi + sambel + gorengan, kadang sampai nambah dan membuat saya terkantuk-kantuk. Akibatnya sudah gampang baged ditebak, Saya Mulai Mengantuk. Ya Mengantuk. Akhirnya pilihannya cuma 2. Saya tidur atau saya tahan kantuk. Kalau saya nahan ngantuk, mau ngapain? udah malem, mana uchian, bechiek, ga ada ojhiek. Tapi kalau saya tidur, maka besok pagi saya akan terbangun dalam kondisi yang lemah lunglai. Maka saya pilih tidur. dan Lingkaran Setan dimulai. Kalau program, istilahnya looping.

Setelah konsultasi dengan ahli gizi yang cuantik didapat jawaban sebagai berikut:

  1. Sarapan porsi besar, untuk cadangan energi di siang hari. Dengan komposisi terbanyak adalah karbohidrat, diikuti protein dan vitamin.
  2. Makan siang porsi kecil, dengan komposisi terbesar di sayuran dan protein.
  3. Makan malam porsi sangat kecil, dengan komposisi terbesar ada pada vitamin (buah-buahan) dan protein (susu).

Saya pernah mendengar (baru mendengar dari orang, belum membaca) pola makan Rosul yaitu “Makan saat lapar dan berhenti disaat kenyang”. Tapi saya merasa pola makan yang benar yaitu “Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang”.

Saya tidak tahu apakah yang saya dengan itu benar atau pendapat saya yang salah. Menurut saya, kalau saya makan saat lapar, maka yang terjadi adalah saya memperlakuakan makanan sebagai musuh, harus tumpas sampai ke akar-akarnya dan baru berenti sampai perut saya sudah tidak mampu menampung lagi beban makanan tersebut. Akibatnya adalah perut yang membuncit.

Sebaliknya jika saya makan sebelum lapar, maka makan saya itu ibarat tuan putri cantik jelita di sebuah kerajaan antah berantah, yang untuk megang makanan saja malu-malu, apalagi kalau sampai makan sendoknya. Karena kemalu-maluan tersebut akhirnya saya dapat berenti makan secepatnya, karena kalo ga berenti-berenti makannya, malah jadi malu-maluin.

Iklan

5 komentar

  1. Hehehe, jadi pastilah Bapak bukan yang jadi si putri malu–malu itu :).


  2. Arrggghhh! Tidak!
    rekor PETAMAXX berturut-turut saya tamat sampai disini… *putus asa, lompat ke sumur*


  3. Alhamdulillah bukan Rizki, huahahahahaaaaa….
    Senang, senang, puas… puas.. PUASSSSS HAHAHAHAA!!!!
    Doa’a-nya dikabulkan.

    @Bu Enggar:
    Bukan bu, mana bisa saya begitu. Saya kan sedikit manusia yang dilahirkan tanpa urat malu. hehehhe


  4. *nyeburin sepatu pak joko ke tangki bahan bakar malang*


  5. mulai hari ini, saya akan rajin masuk ke blog ini untuk memberikan komen pertama kali dari tulisan2 yang dibuat disini.

    hHA



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: